Air pasang rob genangi ruas jalan Hasanuddin Kota Dumai, Minggu (20/9). Menurut warga, pasang air laut sudah sering terjadi, bahkan sudah dua hari belakangan.(bam)


Banjir Rob Genangi Ruas Jalan di Dumai
dumai | Minggu | 29 Oktober 2020 | 20:42:38
Redaktur : wisly | Penulis : Bambang

DUMAI - Sejumlah ruas jalan dan rumah di Kecamatan Dumai Kota tergenang banjir rob akibat naiknya air laut akibat pasang. Ditambah dengan curah hujan cukup tinggi dua hari belakangan yang melanda Kota Dumai, Minggu (20/9).

Tinggi air sekitar 20 cm menggenangi badan jalan dan rumah-rumah warga, seperti Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Cempedak, Jalan Juruk serta sejumlah gang di jalan tersebut. Air juga menggenangi rumah warga di Gang Kandis, Gang Apel dan Gang Sukun, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota.

Sejumlah masyarakat harus meletakan barang barangnya ketempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat terkena air, seperti kulkas dan barang elektronik lainnya.

Warga Jalan Apel, Kelurahaan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, Adi, mengaku pasang air laut atau yang disebut dengan pasang keling ini sudah sering terjadi, bahkan sudah terjadi dua hari belakangan. 

"Hari ini, kayanya pasangnya lebih besar dibanding hari sebelumnya, karena air sudah masuk ke dalam rumah, karena sebelumnya hanya menggenangi halaman dan jalan saja," kata Adi.

Dirinya mengaku, pasang keling ini mungkin menjadi besar akibat intensitas ‎curah hujan meningkat dua hari belakangan ini.

"Sudah sering kalau banjir ini bang, ya kita waspada aja sama hewan-hewan melata, seperti ular dan lainya, untuk barang elektronik kita letakan di tempat yang lebih tinggi," tambahnya. 

Warga lainnya, Mora pengendara yang melintas di Jalan Hasanuddin terpaksa mencari jalan alternatif untuk menghindari banjir. 

"Hari ini pasang cukup tinggi, kalau dipaksa kami khawatir mogok dan berkarat karena air ini air asin," ungkapnya.

Sementara, Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Dumai, Afrilagan mengaku, bahwa ‎sejumlah jalan dan rumah tergenangi air sebagai dampak pasang air laut maksimum di Dumai ‎atau pasang keling. 

‎Dirinya menghimbau kepada masyarakat di sekitar pesisir ataupun didaerah Rimba Sekampung waspada dan siaga terhadap dampak pasang air laut ini.

Menurutnya, pasang keling yang terjadi memang agak lambat surutnya, mungkin karena beberapa hari belakangan hujan deras mengguyur Dumai, dan drainase menjadi penuh.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan jika membutuhkan pertolongan ‎bisa berkoordinasi dengan lurah dan camat, selanjutnya kita akan turun. Kami terus melakukan pemantauan di lapangan," pungkasnya.*


Berita Lain..

Exen Salon Terapkan Prokes C 19 Layani Konsumen
potensa | Kamis , 01 November 2020

BKMT Payung Sekaki Jahit 15 Ribu Masker
pekanbaru | Kamis , 31 Oktober 2020

 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun
nasional | Kamis , 31 Oktober 2020

Hasil Pertandingan Liga Champions Tadi Malam
sportainment | Kamis , 31 Oktober 2020