agus Santoso menerima masukan dari masyarakat tentant pengelolaan sampah.


Sampah Jadi Masalah Serius di Pakning, Belum Ada Armada di Gang Sempit
bengkalis | Minggu | 21 Oktober 2020 | 17:30:03
Redaktur : wisly | Penulis : zul

BUKIT BATU –  Walau berstatus ibukota kecamatan, namun persoalan sampah di Sungai Pakning  kurang terkelola dengan baik. Belum adanya armada sampah yang beroperasi di gang-gang sempit dan padat penduduk, membuat lingkungan setempat menimbulkan bau yang tidak sedap.

"Di lingkungan perkotaan gang kecil di Pakning belum memiliki sarana armada pengangkut. Lingkungan padat maka sampah menjadi masalah serius," kata tokoh masyarakat Rusdy Ispandi saat menerima kunjungan silaturahmi Bakal Cawabup Bengkalis, Bagus Santoso di Gegawar Sungai Selari belum lama ini.

Hal senada disampaikan pemuka masyarakat, Pakde Sukadi yang tinggal di lingkungan padat penduduk sementara akses masuk gang sempit. Belum adanya petugas dan kendaraan pengangkut sampah ke tempat penampungan sampah (TPS), tidak ada cara lain kecuali dengan membakar.

"Sayangnya dengan membakar sampah malah mendatangkan masalah baru. Karena kami tinggal berdempetan dengan tetangga, otomatis mencemari lingkungan sekitar," kata Pakde Sukadi

Menanggapi persoalan tersebut, Bagus Santoso yang pada pilkada serentak berpasangan dengan Bakal Cabup Bengkalis Kasmarni mengatakan penanganan masalah sampah berkaitan erat dengan masalah lingkungan hidup. Jika kondisi lingkungan bersih dan sehat maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dikatakan Bagus Santoso yang pada pilkada 9 Desember 2020 mendapat dukungan lima parpol besar yakni PAN, Gerindera, Demokrat, Nasdem dan PBB, bahwa sampah sebenarnya berpotensi menjadi sumber pendapatan sekaligus peluang tenaga kerja. Pengelolaan sampah yang harus diterapkan selain sebagai investasi, juga harus dilihat sebagai suatu kedaruratan.

"Sampah ini potensi emas, jika dikelola dengan tepat bisa saja lewat Bumdes atau kesepakatan pihak Kelurahan, RW dan RT membuat tempat penampungan sementara (TPS), ini kan ada sumber pendapatan uang masuk," kata Bagus Santoso.

Bagus Santoso sepakat untuk menyampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan keinginan masyarakat untuk berbagai usulan seperti armada pengangkut sampah yang bisa masuk ke lingkungan gang sempit.

Untuk Kota Pakning menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup menghasilkan sampah sekitar 2 ton setiap hari dan dibawa ke TPA jalan lingkar Dompas. Masalah penanganan sampah juga berlaku di Kota Bengkalis dan Kota Duri.

Masalah pengelolaan sampah memang harus ditangani oleh pihak-pihak yang berkompeten dengan sampah sehingga hasilnya memuaskan. Keberhasilan penanganan sampah juga akan berdampak positif bagi sektor lainnya. Hasil pengelolaan sampah bisa dijadikan kompos untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.*


Berita Lain..

Exen Salon Terapkan Prokes C 19 Layani Konsumen
potensa | Kamis , 01 November 2020

BKMT Payung Sekaki Jahit 15 Ribu Masker
pekanbaru | Kamis , 01 November 2020

 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun
nasional | Kamis , 01 November 2020

Hasil Pertandingan Liga Champions Tadi Malam
sportainment | Kamis , 01 November 2020