Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Mimi Yuliani Nazir


Penumpang Lion Air Bersama Pasien Covid-19 Sudah Diketahui
pekanbaru | Kamis | 09 Juli 2020 | 14:56:32
Redaktur : wisly | Penulis : rivo

PEKANBARU - Tracing kontak pasien positif Covid-19 asal Riau yang sebelumnya menggunakan maskapai Lion Air menuju Jakarta perlahan mulai menemukan titik terang. Sebab, penumpang yang satu pesawat dengan pasien positif sudah dapat dihubungi dan diketahui keberadaannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Mimi Yuliani Nazir, Kamis (9/7/2020).

Ia menyampaikan bahwa dari hasil tracing kontak tersebut rata-rata penumpang yang satu pesawat dengan pasien positif Covid-19 itu, masih berada di seputaran wilayah DKI Jakarta.

"Dan bagi penumpang pesawat Lion Air yang telah didapatkan  kontaknya, langsung diarahkan untuk dapat segera memeriksakan kondisi kesehatannya," ucap Mimi.

Lanjut Mimi, jika nantinya dalam pemeriksaan kesehatan para penumpang tersebut menunjukkan gejala seperti penderita Covid-19, maka akan langsung dilakukan uji swab untuk memastikan yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 atau tidak. 

Kalau menurut aturan, ucap Mimi lagi, yang wajib memeriksakan diri itu adalah penumpang yang ada tiga baris di depan, di belakang dan di samping pasien positif tersebut. Tetapi mengingat keamanan atau supaya lebih jelas, semua penumpang diarahkan untuk dapat memeriksakan dirinya.

Sementara itu, pasien positif Covid-19 Riau yang inisialnya Es (56) yang merupakan warga Rokan Hulu tersebut, saat ini sudah dirawat di Wisma Atlet Jakarta. 

"Tuan Es saat ini sudah berada di Wisma Atlet Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut guna untuk penyembuhan Covid-19," sebutnya.

Di samping itu, perihal lolosnya 1 pasien positif Covid-19 Riau ke Jakarta dengan menggunakan maskapai penerbangan Lion Air, karena hasil rapid test nya yang menunjukkan nonreaktif,  pihak laboratorium Kimia Farma selaku laboratorium yang melakukan pemeriksaan rapid test kepada Es, saat ini tidak diperbolehkan beroperasi di Bandara SSK II.

"Untuk sementara ini, layanan pemeriksaan rapid test yang dilaksanakan laboratorium klinik Kimia Farma dihentikan. Sampai ada izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru," ungkap Mimi.

Selain itu, Mimi juga mengingatkan seluruh masyarakat jika hendak melakukan penerbangan dan melakukan rapid test, untuk dapat melakukannya di sarana kesehatan pemerintah sebelum melakukan pembelian tiket.

"Hal tersebut untuk memastikan hasil dari rapid test tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Jika rapid test-nya reaktif maka bisa langsung dilakukan swab," pungkasnya.*


Berita Lain..



50 OTG Positif Corona di Pekanbaru Isolasi Mandiri
pekanbaru | Selasa , 11 Agustus 2020

TelkomGrop Minta Maaf Atas Gangguan Layanan
etalase | Selasa , 11 Agustus 2020