|
mobile - metroriau.com - hukrim
|
Kamis
09 Februari 2012
|
Bos Kabur, Kantor PT SE Sepi Jumat, 30 Juli 2010 | 16:14
DURI,METRORIAU.COM - Tidak seperti hari sebelumnya yang dipadati puluhan karyawannya, rumah yang dijadikan kantor oleh PT Sumber Elok yang berada di Jalan Tribrata Duri ini terlihat sepi. Tidak ada tanda-tanda aktifitas yang tampak, bahkan tak satu orang pun berada disana. Hanya pintu besi pagarnya yang terbuka separuhnya.
Karena kantor perusahaan ini tidak memiliki plang nama, sehingga bangunan tersebut hanya tampak sebagai rumah biasa, jauh dari layaknya sebuah kantor. Sehingga pada saat ada orang yang ramai-ramai di depan bangunan tersebut, warga yang lewat jadi bertanya-tanya, ada apa?.
Menurut penuturan salah seorang karyawannya, saat kejadian kemarin mengatakan kalau perusahaan tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan ini. Dengan karyawan sebanyak 30 atau 35 orang.
Mulanya perusahaan ini hendak bergerak di bidang piping, namun karena waktu pengajuan untuk menjadi Subkon di PT Multi yang dapat malah penimbunan. Akhirnya dari pada tidak dapat sama sekali, akhirnya proyek itu pun diterima. Padahal mesin untuk proyek awal sudah dibeli seharga Rp 400 Juta.
Demikian disampaikan Rudi (33)salah seorang karyawan PT Sumber Elok . ''Padahal dalam rapat beberapa hari sebelum kejadian, si Bos bilang 'Kalian jangan takut tidak dibayar, berapa betul sih gaji kalian semuanya. Itu mesin didepan jaminannya, harganya Rp 400 Juta,'' tutur Edi menimpali menututurkan perkataan Branch Manger PT SE yang berinisial Btr.
Malahan lanjut Edi, Bos mereka berjanji akan menyelesaikan pembayaran gaji para karyawan hari tepat dia kabur lari malam tersebut. Semula para kaaryawan sudah ada perasaan yang tidak enak, dengan adanya tanda-tanda yang agak mencurigakan dari tingkah Bos mereka belakangan itu.
Salah satunya seperti suatu malam Bos membawa pulang satu set peralatan kantor seperti komputer lengkap dengan printernya. Saat ditanyakan salah seorang karyawan dia mengatakan ada pekerjaan yang harus dikerjakan di rumah.
Apalagi si Bos baru satu bulan berjalannya perusahaan sudah membeli mobil mewah, satu unit Toyota Fortuner warna putih seharga Rp 300 Juta. Sehingga karyawan pun jadi curiga melihat gelagat pimpinannya tersebut.
Malam itu tepat saat si bos melarikan diri, yang bertugas jaga malam seorang sekuriti berinisial As. Namun As tak paginya tak berani menampakkan batang hidungnya, karena takut diinterogasi kawan-kawanya yang lain. Pasalnya di pundak dia lah kawan-kawan yang lain menaruh kepercayaan, agar memberitahu mereka jika terjadi hal-hal yang seperti ini.
Namun apa nyana, hal yang sangat dikhawatirkan akan terjadi, malah akhirnya jadi kenyataan. As tidak ada memberitahu ke rekan-rekannya yang lain, jikalau Bos mereka kabur malam itu. (Yeni)